Minggu, 29 Januari 2017

Tertipu Waktu


Tertipu Waktu
Hangat mentari menyapa
Siang terang berhias birunya langit tanpa awan
Waktu tersenyum memandangku
yang tengah bersandar di bawah pohon mangga
Menatap bayanganku terpaku
Aku berlama-lama bercanda dengan bayangan ku
Matahari masih ceria diatas sana
Aku memintanya tak bergerak
Karena aku ingin bermain lebih lama
Menikmati sejenak rasa bahagia
Saat aku kembali menatap matahari..
ia masih tetap tersenyum
Dan tanpa aku sadari
bayanganku telah berlalu meninggalkanku
Jauh bersama waktu
Meninggalkanku yang berdiri terpaku

_Aruni_

Enyahlah!


Enyahlah!
Dalam bualan kata penuh dusta
Kau tertawa di atas podium megah
Seolah yang mulia hanya kaulah
Menatap penuh pikat disela matamu yang menjilat
Lekat kau selipkan bualanmu tentang pembangunan
Bah! Regenerasi saja kau tak tahu!
Aku mendengus sebal
Ah benar, mana mungkin kau tau regenerasi?
Sedang kau hanya fokus membuncitkan perutmu
Tanpa kau sadari tunas  baru bermunculan
Meski kau halangi, ia akan terus tumbuh menggapai matahari
Meski kau tutupi
Ia akan muncul ke permukaan
Karena inilah regenerasi yang sesungguhnya
Kau lupa pada janji sang waktu
Kau kupa pada ragamu yang merapuh
Juga suaramu yang tak lagi bisa menggelegar
Jangan terlalu pongah hari ini
Buang congkakmu!
Karena tongkat emas pangkatmu akan segera lepas darimu
Meski tak kau lepaskan
Karena tak ada yang abadi..
dan kau harus ingat itu
Aku sungguh tak mau melihat wajahmu
muncul dikertas yang harus ku paku

Aku muak pada janji palsumu!

Hujan Enggan Datang


Awan menggantung manyun
Menanti hujan yang tak kunjung datang
Angin beranjak malas
Menyapa dedaunan yang enggan bergoyang
Hanya melengos saat burung-burung mengajak bermain petak umpet
Burung bernyanyi sendu

Hujan enggan datang
Dingin mengusik dan hangat lenyap
Menyisakan tanya, kemana hujan?
Apakah ia marah pada bumi?
Aroma hujan mendekat
Tapi hujan tak jua terlihat
Untuk apa hanya ia kirimkan harumnya ketika ia tak ingin benar-benar menyapa?
Aku bertanya pada awan yang tak berhenti menebar kelabu
Hujan kenapa?
Ia berhenti sejenak, menatapku lekat
'cemburu' ia menjawab datar
Kembali sibuk berteman kelabu
Dingin masih asik menari bersama angin,
menggoda daun-daun dan burung yang tenang bersandar di dahan

Hujan belum datang
Aku menatap bumi yang resah menunggu hujan
Bagi bumi, hujan adalah hidupnya
Aku melesat mendekati angin
Bertanya kenapa hujan membiarkan bumi menunggu
Angin tersenyum
Karena matahari sempat mencumbu bumi tadi pagi
Menitipkam sedikit hangat dengan sedikit mega
Dan hujan adalah musuh bebuyutan matahari
Hujan tak rela jika bumi dekat dengan matahari

Hujan enggan menyapa hari ini
Meski awan, angin dan dingin sibuk membujuknya
Hujan tak kunjung datang
Kulihat bumi yang menatap sayu pada gugus kelabu di langit tanpa warna biru
Aku berlari mencari hujan
Melesat cepat mendahului awan
Kutemukan ia di sudut harapan
Matanya kosong
Sedang bermain bersama gerimis yang ia pegang erat
Aku berjingkat mendekat
Bertanya kenapa ia tak menemui bumi
Ia bergeming
Aku menepuk bahunya
Ia memandangku sekilas
Melemparkan gerimis ke udara
Menangkapnya lagi
Aku membujuknya untuk menemui bumi
Meski hanya sebentar
Ia diam dan beranjak meninggalkanku
Membawa serta gerimis dan sepaket pelangi
Aku berteriak memanggilnya
Ia menghentikan langkahnya
Menoleh kearahku  dan melemparkan gerimis padaku
Berikan itu pada bumi
Lalu ia menghilang tanpa kata
Aku menatap gerimis yang berteriak manja

Hujan enggan datang
Entah sampai kapan
Awan masih bermain bersama angin,
juga dingin yang tak mau ketinggalan
Aku menatap bumi prihatin
Melepas gerimis yang langsung berkejaran
Hujan enggan datang.

_Aruni’s_

Memandang Indah

Memandang indah rona biru kehidupan
Membaur warna suci awan
Tergradasi lembut tanpa paksaan
Indah ciptaan sang Maha, tak tertandingi keelokannya
Nun di sana, barisan hijau tegar menawan
Menyemburatkan wajah kesegaran
Karya Tuhan memang tiada bandingan
Semua ada makna dalam penciptaan
Hanya terkadang manusia lupa, bahwa ia bukan yang kuasa
Mengoreksi dan menghakimi apa yang ada, padahal tak seharusnya ia mencela
Sadarlah

 -Nee- @nilna_sakinah 

Nyantri

Dik,
Selamat memasuki dunia pesantren
Semoga kau bertahan di sana
Hingga kau dapatkan bekal untuk masa depan
Aku yakin akan banyak cerita dan kenangan
Kau akan tahu bagaimana gado-gadonya dunia santri
Nano-nanonya menjadi murid Kyai
Akan ada beragam sifat yang kau temui di pesantren
Nikmati saja rasanya
Terkadang mungkin seperti penjara
Tapi, dari sana biasanya ada banyak cerita
Akan nikmat terasa
Akan kau rindu kisahnya
Ketika kau sudah tak di sana
Ketika kau sudah kembali ke masyarakat yang sesungguhnya
Mungkin akan berat pada awalnya
Namun aku yakin kau kan terbiasa
Asal kau ikhlas menjalankannya Jika kau tak bahagia
Lihat dari sudut pandang yang beda
Kau akan tahu indahnya
Ketika kau melihat dari sisi sebaliknya.


Nee @nilna_sakinah 

Pulang

Pulang
Malam gulita
Hanya berkawan satu dua bintang
Bersama gelapnya yang pekat
Aku pulang
Kembali ke kampung halaman
Mungkin hanya sebentar
Sekedar melepas kerinduan yang makin mendalam
Aku pulang
Dalam perjalanan yang panjang
Aku hanyalah penumpang
Mengikut ke mana pengemudi membawaku berjalan
Entah ke kiri atau ke kanan
Bahkan mampir sebentar
Aku hanya mengikut saja segala gerak dan laju kendaraan
Asalkan aku selamat sampai tujuan
Aku pulang
Ke kampung halaman
Menjemput beribu kenangan dan satu bayang
Yang kan menjadi keabadian selepas kau datang
Aku pulang
Adakah yang kan mengikut perjalanan panjang yang melelahkan?
Menjadi kawan seperjuangan yang saling menguatkan
Kau mau?
------ Nee @nilna_sakinah Semarang, 04 Mei 2016 ------ Pulkam 😆


JIKA CINTA

Jika kau mengerti
Maka hidup ini adalah cinta
Senyum yang cinta
Tawa yang cinta
Tangis yang cinta
Airmata cinta

Jika kau cinta
Maka cinta adalah hidup
Cinta adalah senyum
Cinta adalah tawa
Cinta adalah tangis

Cinta Sang Pemberi kehidupan,
Cinta manusia,
Cinta segalanya


_Arien's_

INIKAH RUMAHKU?

Kata Bu Guru di sekolah,
Neraka itu panas
Apa panasnya seperti rumahku?
Ada piring terbang
Ada gelas - gelas kaca berserakan
Ada kata-kata menyembur tak beraturan

Kata Pak Ustadz…
Rumahku surgaku
Kubayangkan ia seperti taman yang indah
Dan pengunjungnya tersenyum ceria
Tapi, tak ada senyum di rumahku
Tak ada tawa canda

Rumahku
Seperti kuburan di ujung kampung
Sepi dan mati

Dan aku
Menyepi di sudut kamar sempit
Membiarkan tangis membanjir
Di seragam merah putihku
Ustadz, dimana surga itu?!

_Arien's_


Saat AKu Jatuh Cinta

Hening,
Mampukah kau kabarkan padanya?
Bahwa rindu ini menggunung
Dan menyesak di dalam dada
Bahwa cinta ini mungkin belum saatnya tertumbuhkan
Namun semoga ini bukan karena jerat syetan dan nafsu
Semoga ini hanya benih cinta
Karena aku ingin
Mengabadikan cinta ini saat ia telah halal bagiku
Saat ucapan yang mejadikan haram menjadi halal
Telah terikrar hikmad dari bibirnya
Dan tangan itu tekah terjabat dengan penanggungjawabku
Hujan… pada rinaimu aku berbisik..
Jika ia pun mendapati hujan yang sama di langitnya
Maka aku mampu memahami
Jarak ini yang memisahkan kita
Agar kita terjaga dari segala laku dosa
Dan aku pun ingin memahami
Juga ingin menguatkan hati
Dan meyakinkan diri
Bahwa aku sanggup menantimu
Bahwa aku sanggupmenunggu
Meski godaan untuk berpaling itu sedemikian kuat
Aku yakin ada Allah yang lebih kuat
Yang  Maha kuat
Ia lah yang paling berkehendak atas takdir kita
Maka tugas kita hanyalah untuk berikhtiar
Jika Ia berkehendak kita tak kan bertemu di ujungnya nanti
Maka semoga itulah yang terbaik
Dan kita akan mencari jalan kita kembali
Menemukan tujuan yang lain
Dan jika yang Ia takdirkan dalah
Kita bertaut di sana
Maka kuatkanlah ikatannya
Terimalah jiwa raga ini sebagaimana adanya
Aku ingin mengisi kekosonganmu
Dan aku berharap engkau akan menyempurnakan kekuranganku
Aku bukan manusia sempurna
Dan aku yakin engkau pun sama
Maka saling bergandeng tangan dan menguatkan adalah kuncinya
Dan karena Allah.
Hanya karena Allah
Kita berjumpa
Dan membangun istana cinta


_Arien’s_

Buku Usang Itu

Buku usang itu

Buku usang itu,
Tergeletak sengsara,
Tergerus arus zaman
Terbungkus debu kekalutan

Buku usang itu,
Saksi bisu aku mengeja  a, ba, ta
Meniti alif hingga usai ya
Menanti magrib hingga adzan isya

Masihkah ada yang peduli padanya,
Ia yang telah menguning melubang rayap
Ia yang ditinggalkan

Karena anak-anak berguru pada kotak hitam
Sore tak lagi ramai oleh celoteh hafalan
Malam tak lagi ceria teriakan dan larian mereka
Subuh tak lagi gempita langkah mereka


Buku usang, ditinggalkan di surau gelap

_Arien's_

Bebasku Kini

BEBASKU KINI

Bom waktu itu menganga
Tak lagi terbendung
Tak ada celah untuk sembunyi
Tiada ruas untuk berhenti
Mengalir, temukan muara
Berakhirlah sang waktu
Pun kepengecutanku

Biar lepas sendi beban ini
Melesat bebas,
Menggauli atmosfer kehidupan
Merasakan bahasa angin
Mengalunkan keciprat air

Bebas, tanpa beban

_Arien's_

Aku: Lakon Sandiwara Kehidupan

Aku:
Lakon Sandiwara Kehidupan

Episode Airmata:
Bersama rumput yang melayu
Beriring daun bergugur
Pahit itu sesak
Kala kudapati
Ramai drama penindasan
Berdesak angkara murka
Menjilat-jilat api kejahatan

Oh: riuhnya panggung itu

Episode Tawa:
Bersama ceria anak manusia
Tanpa dosa
Ada tangan terulur
Berbumbu cinta
Ada senyum terukir
Bernama pengertian

Langkah- langkah kecil
Tapaki kerikil-kerikil permata
Kaki-kaki bertelanjang
Kecipak ditingkah manis
Senyum semesta

Episode Bimbang:
Kemana mesti kugiring langkah
Ke kedamaian yang fana
Atau ke keabadian nan gulita
Seperti Simalakama
Pahit mesti kusepah
Pahitpun kutelan

Episode Tanya: ?
Bertanya: ?
Untuk apa?
Kepada siapa?

Episode Tanpa Suara: Senyap
Karena aku:
Lakon itu
Sandiwara itu
Kehidupan sesaat

Ah, biar saja melangkah
Tanpa kata
Asalkan hati ini
Masih bernyawa
Masih menyala

Aku:
Lakon kehidupan
Sandiwara yang
Berbisik makna

_Arien's_


ADA CINTA DI HAMPARAN PENCIPTAAN-MU

ADA CINTA DI HAMPARAN PENCIPTAAN-MU
By Arien's

Pada udara
Yang menggantung
Di pucuk-pucuk gunung

Dan
Pada embun yang membeku
Di pelipir dedaunan
Ingin kusampaikan
Aku mengagumiMU
Dan percaya kebesaranMU

KumencintaiMU
Meski tak seperti Engkau dalam PenciptaanMU
Meski tak seperti Engkau
Menghidupi kami

Aku ingin terus mencintaiMU
Dengan syukur
Atas limpahan nikmat dalam penciptaanMU



Tentang Persahabatan

Tentang persahabatan
Kadang kita marah pada seseorang yang mengingatkan pada kebaikan
Terkadang pula kita tak sula padanya ketika subuh dibangunkan
Sering kita tersadar setelah semua terlewatkan
Saat pikiran kita mulai tenang
Sedang sesal terlanjur datang dan sering maaf hanya tersimpan tak tersampaikan
Kau tahu..
Mereka ada untuk berbagi tawa
Mengurangi lara
Tapi, saat bahagia kadang kita lupa
Bahwa mereka ada
Yang sejati tak akan menjauhi
Meski mungkin sakit hati
Yang palsu akan menipu
Lantas pergi saat temukan yang baru
Jika mereka bersatu denganmu dalam kebaikan
Jangan sampai mereka kau kecewakan
Jangan lepaskan mereka yang menggenggammu erat
Jangan biarkan ikatan yang ada terlepas bebas
Ikat lagi simpul yang mulai mengendur
Dan nyalakan lagi cahaya yang mulai memudar
Bawa mereka bersamamu dalam kebaikan

-Nee- @nilna_sakinah 

"Ikhlaskan dan Terus Melangkah Ke Depan"

"Ikhlaskan dan Terus Melangkah Ke Depan"
Sayang, kita tak pernah tahu takdir akan membawa kita kemana
Perihal jodoh, Tuhan sudah mengaturnya bukan?
Sayang, Kau yang entah nanti denganku menjadi kita
Atau dengan yang lain menjadi kalian,
Ada yang ingin kusampaikan,
Jika nanti nyatanya kita tak diizinkan bersatu olehNya
Ada yang perlu dilakukan oleh masing-masing dari kita
Saling mengikhlaskan dan terus melangkah ke depan
Jangan terperangkap dengan kenangan akan kebersamaan kita
Mungkin kita akan sama-sama merasakan sakit dan perih
Tapi, apa hendak dikata jika harus demikian adanya?
Bukankah kita harus terus melangkah maju, terus melanjutkan langkah
Gapai impian dan harapan yang masih tertinggal
Dengan siapapun kita nanti Jika kita tak bersatu
Seperih apapun itu
Jangan jatuhkan dirimu pada jurang keterpurukan yang menghancurkan
Sesakit apapun rasanya, akan kucoba pula tuk kuat menghadapinya
Mungkin kenangan kita tak akan pernah terlupa
Dan kecewa akan menyisa
Bangun dan kokohkan jiwa masing-masing kita
Meski masih ada luka
Tapi setidaknya kita telah bangkit dan berusaha
Sayang, Kini mungkin kau aku masih menjadi kita
Tapi, kita belum tahu apakah nanti kita akan bersama atau sebaliknya
Tuhan telah mengaturnya dengan sedemikian rupa
Telah Ia tuliskan jodohku dan jodohmu di Lauhul Mahfudz
Entah namaku yang tertulis untukmu, namamu tertulis untukku, atau tidak keduanya
Entah aku dengan dia yang entah siapa
Dan kau dengan dia yang entah siapa pula Kita tak pernah tahu
Sebab jodoh, rizki, dan kematian adalah misteri yang hanya Tuhan yang tahu


 -Nee- @nilna_sakinah 

Serayu

Serayu
Beningmu menghantarkan rindu
Membawa pesan yang kutitipkan untuk dia yang di sana
Akankah sepanjang perjalanan panjangmu menujunya tiada hambatan?
Ataukah akan ada beribu aral rintangan?
Tak apa serayuku sayang, jika memang ada banyak halangan
Berdoa saja semoga akan sampai di tujuan
Serayu Gemericikmu menenangkanku
Kala ku ada di sampingmu
Berkawan semilir bayu yang lembut menghempas anak rambutku
Juga bisik-bisik dedaun yang bergerak malu
Kudapati kedamaian dan ketenangan dalam jiwaku
Seolah kekasihku tersenyum mesra di sampingku
Ah, Serayu
Sampaikan saja salamku
Katakan,
Aku rindu


Nee @nilna_sakinah Wonosobo, 05-05-16 

Jumat, 06 Januari 2017

Teman Setia

Teman setia?
Mungkin sudah sulit ditemukan
Kini teman setiaku hanya pena, kertas, dan sunyi
Mungkin hanya merekalah teman setiaku yang benar-benar setia
Tanpa pamrih, tak pilih kasih
Selalu ada dimanapun aku berada
Selalu sedia ketika aku membutuhkan
Tetap menemani meski aku sedang dengan yang lain
Hh, aku saja yang terlalu egois
Menginginkan teman setia sedang aku sendiri sering mendua
Aku mencari mereka ketika aku butuh saja
Menghindari mereka ketika ada keramaian
Sedang ramai hanya singgah sebentar saja
Selebihnya, kembali hanya sunyi
Dan aku mendekat kembali pada pena dan kertas

Egois memang Aku Pena Kertas Sunyi Satu 

Tuan

Tuan
Duduklah di padmasana kebesaranmu
Akan kulayani serupa salatin penguasa negeri padang pasir
Pun zuriahmu, akan kurawat mereka sebaik mungkin
Kan kudidik dengan akhlak para utusan
Tapi ingat Tuan,
jangan Tuan perlakukan hamba semena-mena
Jangan sampai hatiku terluka
Ingatlah
Terkadang seorang Raja mati di tangan pelayannya.


_Nee _

Waktu

WAKTU
Tak usah kau terlalu percaya diri
Merasa dikejar-kejar waktu
Untuk apa ia mrngejarmu?
Ia sudah punya kekasih sendiri yang setia
Kesempatan
Jika kau ingin menjadi kekasih waktu
Gunakan kesempatan yang ada di hadapanmu
Manfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin
Tak perlu kau berlari dari waktu
Tak pernah sekalipun ia mengejarmu
Ia hanya berjalan mengikuti irama detaknya yang setia
Berjalan maju mengiringi langkahmu
Terkadang mendahuluimu karena kau melambat atau bahkan berhenti sama sekali
Ahay mungkin kau terlalu lama sendiri
Hingga waktu pun kau anggap mengejarmu
Membuntutimu 

_Nee_